03 Oct

Tidur, Kehamilan, dan Kesehatan Masa Depan Anda

Bagi banyak wanita, kehamilan bisa menjadi periode kecemasan dan kekhawatiran. Setelah berbulan-bulan menonton dietnya dan mengikuti perintah dokter, ibu baru sekarang harus memusatkan perhatian pada bayinya yang indah, cepat tumbuh dan terkadang menuntut. Seiring berjalannya kehidupan, para ibu dengan senang hati melupakan semua masalah kehamilan, tidak menyadari bahwa kehamilan memberi jendela ke kesehatan masa depan mereka.
Image result for Sleep, Pregnancy,

Ubat Gout Gozout

Satu masalah tertentu, kurang tidur selama kehamilan, sering disalahkan pada mulas, sering buang air kecil, atau bahkan gerakan bayi. Kurang tidur dalam kehamilan, bagaimanapun, mungkin karena memburuknya kondisi yang dikenal dengan sleep apnea. Wanita dengan pengalaman apnea tidur berhenti dalam bernapas saat mereka tidur yang menghasilkan kadar oksigen rendah dalam darah mereka. Otak mencatat jeda ini dan membangunkan wanita itu untuk melanjutkan pernapasan normal. Gejala kondisi ini bisa termasuk mendengkur dan mengantuk berlebihan di siang hari. Penelitian terbaru telah mengkonfirmasi bahwa wanita dengan sleep apnea dua kali lebih mungkin mengalami komplikasi kehamilan, seperti gestational diabetes, gestational hypertension, atau preeclampsia [1]. Memiliki kondisi seperti ini membuat kehamilan seorang wanita lebih berisiko, dan risikonya berlanjut setelah kehamilan berakhir.

Studi semakin menunjukkan bahwa wanita yang memiliki diabetes gestasional, hipertensi gestasional, atau preeklampsia lebih cenderung memiliki penyakit jantung di kemudian hari [2]. Penelitian telah begitu konsisten sehingga American Heart Association sekarang mengenali diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan preeklampsia sebagai faktor risiko penyakit jantung pada wanita [3]. Mengingat penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu pada wanita, kita perlu memperhatikan penelitian ini.

Satu pertanyaan penting yang harus diajukan adalah, “seberapa cepat kita melihat perbedaannya?” Jawabannya adalah tentang. Satu studi menemukan peningkatan 20 persen pada penyakit jantung dan stroke di antara wanita yang menderita preeklamsia sejak tiga sampai lima tahun setelah melahirkan [4]. Temuan ini menunjukkan bahwa kita mungkin perlu bertindak cepat jika kita ingin mencegah penyakit jantung.

Pertanyaan penting berikutnya adalah, “Apa yang bisa kita lakukan?” Dokter dan peneliti mencari cara untuk mencegah penyakit jantung pada wanita yang mengalami komplikasi kehamilan ini. Sementara itu, ada beberapa cara yang tepat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Wanita yang menyusui 20 sampai 30 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit jantung daripada wanita yang tidak pernah disusui. Selain itu, American Heart Association juga merekomendasikan “Life’s Simple 7” sebagai faktor kunci untuk mencapai kesehatan jantung ideal [5]. Mereka termasuk 2 ½ jam aktivitas fisik moderat setiap minggu, mengendalikan kolesterol, berhenti merokok, makan makanan yang lebih sehat, menjaga berat badan normal, mengendalikan tekanan darah, dan mengendalikan gula darah. Di luar kehamilan, pengobatan apnea tidur juga dikaitkan dengan penurunan kematian akibat penyakit jantung pada wanita [6]. Jika Anda mengalami sleep apnea atau mengalami komplikasi kehamilan, bicarakan dengan dokter Anda mengenai apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *