08 Sep

Main Wayang Bikin Siswa Normal dan Difabel Makin Akrab

Perlengkapan Kantor – Sekumpulan mahasiswa Fakultas Pengetahuan Sosial UNY mengenalkan media ajar baru untuk siswa-siswa sekolah inklusi. Namanya Sosiopera yang datang dari kata sosiologi serta opera.

Sugiarti Merintika, Meiga Anggraeni, Anugerah Dwi A, Novita Nuzul Ulfah, Lisa Dwi Nurhayati, serta Ruli Yuliani telah mempraktikkan materi sosiopera di sekolah inklusi SMAN 1 Sewon Bantul, yang mempunyai siswa tuna netra serta tuna rungu.

Sosiopera adalah analogi dari keadaan sosial orang-orang yang kadang-kadang tidak cocok keinginan atau mempunyai problem sosial.

” Sosiopera ini menolong untuk mengemukakan materi problem sosial di orang-orang lewat bermain peranan yang dibawakan oleh siswa dengan mengasyikkan, ” tutur Sugiarti, ketua grup mahasiswa, sekian waktu lalu.

Menurutnya, sampai kini guru menerangkan materi pada siswa inklusi dikerjakan lewat pendekatan individu hingga hubungan sosial siswa berkebutuhan spesial dengan beberapa rekannya belum juga maksimum.

Untuk menerapkan sosiopera di kelas, butuh menyiapkan bahan pendukung yang dapat di buat sendiri mencakup, kardus air mineral, kardus mi instan, kardus sisa tv, kertas lipat, kertas HVS, majalah sisa, kertas karton tidak tipis, kertas hitam, lem, lakban hitam serta batang bambu. Sesaat, alat yang dipakai diantaranya, gunting, cutter, penggaris, alat catat, kuas, serta palet.
Kesibukan memainkan wayang itu dikerjakan oleh siswa normal serta difabel dalam mata pelajaran sosiologi. (Liputan6. com/Switzy Sabandar)

Langkah membuatnya, awal memastikan setting serta tokoh lantas di buat alur wayang dari beberapa bahan yang telah ada. Sesudah tokoh usai, di buat panggung opera dari kardus sisa tv.

Untuk memainkannya, siswa dalam satu kelas dibagi jadi empat grup. Perwakilan dari grup ambil undian tema yang sudah disiapkan oleh guru serta tiap-tiap grup memperoleh satu tema.

Guru sediakan lembar kerja untuk tiap-tiap grup untuk mendiskusikan skenario sosiopera sesuai sama waktu yang dikehendaki. Ketika pertunjukan opera wayang berjalan, semasing grup bertindak jadi wayang, narator, serta notulen.

Selesai pertunjukan, ada session diskusi antarkelompok tentang analisa problem sosial yang ada pada pertunjukan sosiopera. Guru jadi fasilitator serta berikan penekanan materi dari hasil rencana konstruktivisme siswa.

” Media evaluasi ini bisa menolong guru dalam mengemukakan materi serta mengoptimalkan hubungan sosial siswa berkebutuhan spesial dengan siswa yang beda, ” tutur Sugiarti. Alat tulis kantor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *