19 Sep

berikut adalah tips menyusun itenerary (rencana perjalanan) Liburan ke Bali:

1. Kapan Seharusnya Berkunjung ke Pulau Dewata?

Di Bali, kita mengenal: musim ramai kunjungan (high season) dan musim tidak ramai yang berkunjung (low season). Pertimbangkan masak-masak, ingin berkunjung ketika high season atau low season. Meskipun sesungguhnya keadaan sehari-hari di Bali takkan pernah sepi dari kunjungan wisatawan domestik ataupun manca negara, walau pada saat low season. Namun pada high season, Bali pasti benar-benar penuh sesak.

 

Silahkan kunjungi juga paket tor kami di Bali Tour Packages seperti bali nature and culture, cycling ubud trail, dan kintamani volcano tour.

Ketika musim tidak padat kunjungan saya makin suka berlibur kesana. Kenyamanan suasana akan kita rasakan. Tentunya kalau menemui hotel yang bagus dan murah akan lebih mudah, dan juga lalu lintas tidak akan terlalu macet, dan pastinya lebih hemat.

Seharusnya juga berkunjung saat musim kemarau, agar agenda selama di sana tak terganggu oleh hujan. Sebagian besar destinasi wisata di Bali terdapat di alam terbuka. Oleh karena itu, pastinya ketika hujan akan merepotkan anda.

Berkunjung pada saat low season juga lebih menguntungkan, karena selalu ada promo, baik bagi tiket pesawat maupun hotel. Contohnya ketika akhir Oktober 2015 lalu saya mendapatkan paket promo tiket pesawat yang dibundling dengan hotel. Tiket penerbangan Solo-Denpasar pp menginap 4 malam di hotel bintang 3 di Kuta hanya 800 ribu rupiah satu orangnya. Saya hanya membayar 2.4 juta rupiah bertiga dengan istri dan anak saya.

Baca juga: Pantai Kuta, Romatisme dan juga Sihir Wisata Bali.

Saat musim padat tiba situasinya pun pasti berbanding terbalik. Harga tiket pesawat, hotel dan sewa mobil passti membludak drastis. Kenaikannya hingga antara 25% hingga 50%. Jalanan di Bali juga tentu dapat dipastikan akan macet. Oleh sebab itu banyak waktu kita terbuang sia-sia di jalanan.

Waktu padat kunjungan liburan di Bali biasanya terjadi ketika musim liburan sekolah (sekitar bulan Juni-Juli), libur panjang Iedul Fitri, bulan Agustus (musim liburan warga negara asing), dan bulan Desember hingga awal Januari ketika pergantian tahun baru.

2. bermalam di Mana Selama di Bali?

Di Bali sangat banyak hotel yang bertebaran sehingga pilihan untuk bermalam di Bali sangat banyak, tetapi tergatung dengan selera dan tujuan masing-masing dan juga biaya yang ditawarkan tempat penginapan tersebut. Tempat hotel untuk wisata yang paling populer yakni Kuta, Seminyak, Sanur, dan Ubud.

Kuta, Seminyak serta Sanur berlokasi di pesisir pantai sehingga menjadikan Kuta sebagai tempat penginapan yang paling difaforitkan orang lokal maupun turis mancanegara. Dan Seminyak biasanya lebih disukai oleh wisatawan dari mancanegara. Hal itu dikarenakan karena konon katanya di lokasi ini banyak terdapat tempat hangout di malam hari. Sanur terkesan lebih istimewa. Rate kamar hotelnya rata-rata juga lebih mahal (di banding Kuta). Sebaliknya Ubud berada di wilayah pedalaman. Lebih kuat pada nuansa seni dan budaya Bali.

Atmosfir Wisata Bali

Sangat kuat mencengkram siapa saja yang mendatangi Bali adalah Atmosfir wisata di Bali yang membuat siapa saja ketagihan. Dan juga berkeinginan untuk datang dan datang lagi di hari hari yang berikutnya.

Pusat-pusat destinasi liburan di Bali juga tak pernah mengenal kata sepi oleh kunjungan wisatawan, baik domestik maupun manca negara. Meskipun begitu Bali juga tahu kata sepi ketika umat Hindu di Bali memperingati hari raya nyepi atau Tahun Baru Caka.

BilaJika anda belum pernah ke Bali, cara paling mudah berkunjung ke sana tentu saja memakai jasa agen perjalanan (travel agent). Segala sesuatunya akan diurus mereka. Seperti tiket perjalanan menuju ke Bali, hotel untuk bermalam, transportasi selama berada di Bali, dan berkunjung ke obyek-obyek wisata yang dikehendaki.

Sesungguhnya tidak sulit untuk merencanakan sendiri perjalanan liburan ke Bali apalagi jika tidak menggunakan travel agent sesungguhnya hal itu tidak masalah Agenda ketika di sana sangat fleksibel, disesuaikan dengan minat khusus masing-masing. Ongkos yang dikeluarkan juga relatif lebih hemat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *