10 Apr
perawatan kaos sablon

Perawatan Kaos Sablon

perawatan kaos sablon

Teknik kaos sablon sebenarnya telah populer sejak jaman dahulu, ternyata China merupakan nenek moyang dari asal-usul kaos sablon yang populer saat ini. Kemudian Jepang dan negara Asia lainnya mengadopsi metode pencetakan sablon dan kemudian menggabungkan dengan metode pencetakan-pencetakan lainnya. Setelah itu, sablon kaos mulai populer di Eropa di akhir tahun 1700. Teknik sablon yang dikenal pasar secara luas adalah sablon kaos pada kain sutra bermotif polos.

 

Pada akhirnya, penerapan teknik kaos sablon menggunakan bahan chiffon sebagai pola dalam mencetak telah dipatenkan oleh Samuel Simon di Inggris pada tahun 1907, pada mulanya sablon digunakan untuk mencetak wallpaper, linen, sutra, atau bahan tekstil lainnya. Namun ternyata, sebenarnya teknik sablon ini digunakan juga oleh para seniman. Teknik sablon sekarang ini tidak hanya digunakan dalam baju, namun dapat juga digunakan dalam topi, keramik, cd, kaca, kertas, logam, bahkan kayu.

 

Pada awalnya, teknik penyablonan sangat tradisional sehingga akhirnya terdapat inovasi mengenai cetak sablon misalkan dengan teknik cetak saring, bahkan yang lebih modern lagi sekarang teknik penyablonan menggunakan mesin dan printer. Karena kepopuleran kaos sablon tersebut, banyak sekali industri dan usaha cetak sablon baik satuan maupun grosir yang menawarkan kaos yang berkualitas dengan teknologi yang beragam pula. Jangan salah, mesin sablon kaos menjadi salah satu mesin yang paling populer di dunia industri penyablonan, kegiatan pencetakan kaos sablon telah menyebar luas. Buktinya, lebih dari 50% perusahaan di Amerika Serikat dan seluruh dunia mengadopsi teknik ini

 

Perawatan juga menjadi penting jika anda ingin menggunakan bajunya lebih lama dan awet, beberapa tips merawat baju kaos sablon diantaranya

  1. Perhatikan Kuantitas Pencucian

Terlalu sering mencuci pakaian akan menyebabkan serat dan warna pada kaos sablon semakin memudar. Jadi, anda baiknya jika masih merasa baju anda masih bersih, jangan cuci dahulu.

  1. Pisahkan Baju Sesuai Warna Ketika Mencuci

Pencampuran warna baju ketika mencuci dapat meningkatkan resiko pencampuran warna atau istilahnya kemuntahan. Untuk menghindarinya, sebaiknya ketika mencuci pisahkan baju sesuai warna

  1. Menggunakan Deterjen Baik

Pemilihan deterjen harus diperhatikan dalam proses pencucian, karena deterjen yang jelek dapat merusak.

  1. Perhatikan Benda Di Sekeliling

Ingat! Hati-hati dengan benda disekeliling anda karena bisa saja baju anda mengenai paku, cat, makanan sehingga merubah warna baju anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *